HEADLINE - Daftar 200 Mubalig Versi Kemenag Tuai Polemik, Bakal Direvisi?
H E A D L I N E N E W S
HEADLINE: Daftar 200 Mubalig Versi Kemenag Tuai
Polemik, Bakal Direvisi?
HDL MINGGU
VII - 20 Mei – 26 Mei / Liputan6.com
(23 Mei)
banner 200 mubalig versi Kementerian Agama
(Liputan6.com/Abdillah)
Kehadiran Menteri Lukman ke markas ulama itu terkait ihwal rilis 200 nama mubalig yang menuai polemik di masyarakat. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para mubalig yang namanya masuk dalam 200 nama itu.
Sejumlah mubalig yang namanya tercantum, seperti Ustaz Yusuf Mansyur, Dahnil Anzar Simanjutak, Fahmi Salim, menolak dimasukkan dalam list tersebut.
"Saya mohon maaf karena menimbulkan ketidaknyamanan bagi mereka, yang namanya ada dalam rilis itu. Itu pun kalau ada," ucap Lukman di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Agar persoalan ini tak terus menimbulkan kegaduhan, ia menyebut akan ada pertemuan dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan. "Nanti ada pertemuan khusus antara MUI dengan mengundang ormas Islam. Kemudian memperbaiki dan menyempurnakan dari daftar sudah dirilis Kementerian Agama," ujar Lukman.
Dia menjelaskan ada beberapa pihak yang sudah menyodorkan nama penceramah yang akan ditimbang untuk masuk dalam rilis mubalig rekemondasi Kemenag selanjutnya. Usulan nama itu disodorkan melalui beberapa pihak perorangan serta kelembagaan.
"Banyak (masukan nama baru). Banyak jumlahnya saya tidak hitung. Baik secara perorangan maupun secara kelembagaan menyodorkan, usulan nama-nama dirilis dalam kesempatan berikutnya," papar Lukman.
Sementara itu Wakil Ketua Umum MUI, Zaitut Tauhid, saat dihubungi Liputan6.com, mengungkapkan sejumlah hasil pertemuan dengan Menteri Agama Lukman, terkait rilis 200 mubalig tersebut. Menurut dia, nama-nama yang tercantum itu masih bersifat sementara. Daftar itu masih bisa bertambah.
"Jadi belum final. Kemenag akan terus mengupdate dan menambah karena tidak mungkin Indonesia yang sangat luas dan besar jumlah penduduknya hanya dilayani 200 mubalig," kata Zainut, Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Untuk penambahan nama-nama itu, kata dia, Kemenag akan terus berkonsultasi dengan MUI dan ormas-ormas Islam. Selain itu, MUI dan Kemenag juga sepakat membangun program peningkatan kompetensi dai atau mubalig baik dari aspek materi maupun metodologi malalui program dai bersertifikat.
"Mengingat pentingnya hal ini, MUI dalam waktu dekat akan mengundang ormas-ormas Islam untuk membahas dan mendalami bersama agar bisa menjadi kebijakan bersama," ujar dia.
Yang tak kalah penting, MUI mengimbau semua pihak agar tidak memperpanjang polemik terkait dengan rilis 200 mubalig karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman dan fitnah.








Komentar
Posting Komentar